Dari ladang nilam hingga hutan adat, inilah kekayaan nyata Desa Kinalawiran.
Pertanian adalah tulang punggung Desa Kinalawiran. Nilam menjadi bintang utama karena menghasilkan minyak atsiri bernilai ekspor tinggi. Cengkeh (190 Ha, 202 keluarga), kelapa, jagung, dan durian melengkapi kekayaan hasil bumi desa ini.
Lahan desa seluas ±435 Ha dimanfaatkan secara optimal, mulai dari sawah, kebun, permukiman, hingga kawasan hutan yang terjaga luas.
Nilam adalah andalan ekonomi desa. Daunnya disuling secara tradisional menjadi minyak nilam bernilai jual tinggi dan berpotensi ekspor.
Didukung cengkeh, kelapa, jagung, dan durian, ekonomi Kinalawiran bertumpu kuat pada agro-industri berbasis hasil bumi lokal.
Kawasan hutan Desa Kinalawiran mencapai ±1.378 Ha, terdiri dari hutan produksi tetap (336 Ha), hutan produksi terbatas (300 Ha), hutan adat (542 Ha), dan hutan asli (200 Ha).
Desa ini aman dari banjir, gempa, dan tsunami. Namun hutan produksi seluas 336 Ha perlu pemulihan karena kondisinya rusak.
Sebanyak 19 peternak menggeluti sektor ini sebagai mata pencaharian pendukung. Tersedia lahan pemeliharaan umum seluas 24 Ha.
Kolam ikan dikelola warga sebagai sumber protein lokal dan penghasilan tambahan.
Sistem budidaya ikan sekaligus padi di lahan yang sama, hemat lahan dan hasilnya ganda.
Lima sungai jernih mengalir di desa ini, air bersih tersedia melimpah, dan tiga destinasi wisata alam menunggu untuk dikembangkan.
Air Terjun, Batu Binotak, dan Batu Kurung adalah peluang ekowisata yang belum digarap. Potensi besar, tinggal langkah nyata.
Kinalawiran dihuni 1.103 jiwa. Petani mendominasi (381 orang), diikuti ibu rumah tangga (213 orang). Desa ini mudah dijangkau: hanya 2 km ke kecamatan dan 75 km ke kabupaten.
“Kinalawiran berarti panjang umur, mencerminkan harapan warga untuk hidup sejahtera, sehat, dan terus berkembang bersama desa.”
Makna nama Kinalawiran| Mata Pencaharian | Laki-laki | Perempuan | Total |
|---|---|---|---|
| Petani | 334 | 47 | 381 |
| Ibu Rumah Tangga | 0 | 213 | 213 |
| Pelajar | 61 | 48 | 109 |
| Belum Bekerja | 39 | 53 | 92 |
| Tidak Punya Pekerjaan Tetap | 0 | 80 | 80 |
| Wirausaha | 23 | 19 | 42 |
| Buruh Tani | 20 | 0 | 20 |
| Perangkat Desa | 18 | 0 | 18 |
| Pedagang Barang Kelontong | 0 | 27 | 27 |
| Pengrajin | 0 | 17 | 17 |
| Peternak | 19 | 0 | 19 |
| PNS | 9 | 10 | 19 |
| Purnawirawan/Pensiunan | 3 | 7 | 10 |
| Sopir | 7 | 0 | 7 |
| POLRI | 3 | 0 | 3 |
| Pedagang Keliling | 0 | 4 | 4 |
| Pemuka Agama | 4 | 2 | 6 |
| Guru Swasta | 0 | 2 | 2 |
| Karyawan Honorer | 0 | 1 | 1 |
| Total | 540 | 563 | 1.103 |