Mengenal
Kinalawiran

Informasi lengkap mengenai wilayah, sejarah, dan kondisi demografis Desa Kinalawiran, Kecamatan Tompasobaru, Minahasa Selatan.

Wilayah Sejarah Kependudukan Akomodasi
Peta Desa

Letak &
Batas Wilayah

Desa Kinalawiran merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Desa ini juga berbatasan langsung dengan provinsi lain dan kabupaten lain, serta dilalui oleh DAS/bantaran sungai seluas ±12 Ha. Secara geografis, desa ini memiliki wilayah yang cukup luas dan sebagian besar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, perkebunan, serta kawasan hutan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Luas wilayah Desa Kinalawiran sekitar 435 hektare, dengan pemanfaatan utama meliputi permukiman ±12 Ha, persawahan ±126 Ha, perkebunan ±282 Ha, pekarangan ±2 Ha, kuburan ±2 Ha, dan prasarana umum lainnya ±11 Ha. Di luar wilayah desa, terdapat pula kawasan hutan yang mencapai ±1.378 Ha, terdiri dari hutan produksi tetap (336 Ha), hutan produksi terbatas (300 Ha), hutan adat (542 Ha), dan hutan asli (200 Ha). Jarak ke ibu kota kecamatan sejauh 2 km (±10 menit berkendaraan), ke ibu kota kabupaten 75 km (±1,5 jam), dan ke ibu kota provinsi 235 km (±3 jam).

U
Sebelah Utara
Desa Torout & Tompasobaru Satu
S
Sebelah Selatan
Kabupaten Bolaang Mongondow
T
Sebelah Timur
Desa Liandok, Kec. Tompasobaru
B
Sebelah Barat
Desa Tompasobaru Satu, Tompasobaru Dua Kinaweruan, Kec. Maesaan/Tompasobaru
435
Total Luas (Ha)
282
Perkebunan (Ha)
126
Persawahan (Ha)
5
Jaga / Dusun

Sejarah Singkat
Desa Kinalawiran

Dari kampung Vooster hingga menjadi Kinalawiran, sebuah perjalanan panjang penuh semangat gotong royong dan ketahanan masyarakat.

1927
Berdirinya Pemukiman Awal
Sekitar 30 kepala keluarga dari Desa Eris, Tondano, yang seluruhnya beragama Kristen, membuka kampung baru di bawah pimpinan Tonaas Dewa Eduart Liogu dengan semangat gotong royong.
30 April 1930
Peresmian oleh Pemerintah Belanda
Pemerintah kolonial Belanda mengunjungi dan meresmikan kampung tersebut dengan nama, Vooster, berasal dari istilah Vooster Minasaart yang bermakna "terdepan" atau "bintang di bagian depan".
~1942
Masa Pendudukan Jepang
Pasukan Jepang membakar Vooster karena masyarakat menolak pemerintahan Jepang. Hukum Tua Jan R. Liogu mendapat mandat untuk berunding, dan masyarakat bersama-sama membangun kembali kampung mereka.
1942 – Kini
Lahirnya Nama Kinalawiran
Sebagai ungkapan syukur atas kesempatan membangun kembali kehidupan, nama kampung diganti menjadi Kinalawiran, yang berarti "umur panjang".
Alam sekitar Desa Kinalawiran Desa Kinalawiran

Data Kependudukan
Desa Kinalawiran

Gambaran umum kondisi demografis masyarakat Desa Kinalawiran. Total 1.103 jiwa yang terdiri dari 564 laki-laki dan 539 perempuan, dengan mayoritas penduduk beragama Kristen Protestan.

1.103
Total Penduduk
564
Laki-laki
539
Perempuan
~321
Kepala Keluarga

Agama

Kristen Protestan1.080 jiwa
Kristen Katolik11 jiwa
Islam12 jiwa

Mata Pencaharian

Petani381 orang
Buruh Tani20 orang
Wiraswasta42 orang
Pedagang31 orang
PNS19 orang
POLRI3 orang
Peternak19 orang
Ibu Rumah Tangga213 orang
Pelajar109 orang
Belum Bekerja92 orang

Agama & Prasarana
Peribadatan

Mayoritas warga Desa Kinalawiran memeluk agama Kristen Protestan. Kehidupan beragama berjalan harmonis, ditopang oleh 4 gereja aktif yang melayani jemaat di desa.

✝️
Kristen Protestan
1.080
553 L · 527 P
☦️
Kristen Katolik
11
5 L · 6 P
☪️
Islam
12
6 L · 6 P

4 Gereja Aktif

Gereja GMIM Imanuel
Gereja Masehi Injili di Minahasa
Gereja GPDI Eben Haezer
Gereja Pentakosta di Indonesia
Gereja Advent
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Gereja GPDI Elroi
Gereja Pentakosta di Indonesia

Akomodasi Desa

Berbagai sarana ibadah dan fasilitas umum yang ada di Desa Kinalawiran.

GPDI Elroi

GPDI Elroi

GPDI Eben Haezer

GPDI Eben Haezer

Gereja Advent

Gereja Advent

GMIM Imanuel

GMIM Imanuel

Balai Desa

Balai Desa

PAM Air

PAM Air

Lapangan Desa

Lapangan Desa